hai Cinta … ini matematika

28 04 2008

Cinta sanggup mengubah ketidakmampuan menjadi kekuatan, cinta juga bisa membuat kekuatan menjadi ketidakmampuan.  Gelisah  kala tak bertemu yang  dicintai,  menjadi bodoh ketika bertemu yang dicintai. Begitulah yang kualami dengan kekasih hatiku yang satu ini, MATEMATIKA.

Karena Kekasihku ini aku yang tak bisa apa-apa berani mencoba untuk menulis tentang CINTA ku padanya, mencoba untuk mengetahui relung-relung yang menurutku dalam walau mungkin belum sedalam yang dipikirkan orang lain. Aku coba melihat sisi-sisi gelap dan terangnya, menjadi pemuja rahasianya, menjadikan dia agama bagiku matematika is the way of life…. .

Karena dia maka aku pergi ke rumahnya untuk mengetahui, berkenalan dan memperdalam hubungan dengannya, aku akhirnya dibaptis, mengaku percaya, membaca sahadat menjadi pengikutnya, dan akhirnya karena cintaku padanya aku pergi ke semua bangsa agar mereka tahu tentang cintaku pada kekasih hatiku, MATEMATIKA.

Pergi ke sebuah perguruan, menjadi pembawa berita tentang kekasihku ini, agar semakin banyak orang, yang tadinya membenci kekasihku ini, menjadi sedikit berubah bahkan berubah drastis. Aku berusaha menampilkan sisi-sisi baik tentang kekasihku, menampilkan fungsi dan gunanya dalam kehidupan, menjelaskan kepada setiap orang agar terlihat oleh orang yang bertanya ‘Mengapa aku bisa mencintai kekasihku ini?’

Kadang aku menjadi terganggu karena cintaku ini, orang masih bilang aneh, gila …. jangan-jangan mereka benar ya (pikirku…), tapi melihat banyak orang dari zaman ke zaman jatuh cinta padanya juga, mendengar orang-orang di perguruan membicarakan kekasihku, dan merasa betapa kekasihku adalah belahan jiwaku, maka perasaan itu sirna juga.

Perkenalanku dimulai ketika aku masih dalam gendongan ibuku, ibuku menyanyi satu-satu aku sayang… , dua-dua juga sayang…, tiga-tiga sayang …, kemudian di sekolah dasar aku menjadi lebih tertarik belajar tentang hal ini daripada yang lainnya, menjadi lebih menyukai menjumlahkan, mengurangi, mengalikan, membagi, memangkatkan, menarik akar. Kedekatanku padanya semakin menjadi karena pujian ayahku ketika aku berhasil membantunya menghitung luasan tanah yang akan dijualnya ( maklum bokap gue calo tanah hehehe ) padahal ayahku bukan tidak bisa menghitung, tetapi dia hanya sekedar menguji anak kecilnya, dia pasti bisa menghitung karena beliau lulusan STM jaman dulu yang suka sekali ILMU GAYA.

segini dulu nanti petualangan lainnya kuceritakan


Actions

Information

8 responses

28 04 2008
Shanny

Siapakah manusia puitis di balik semua ini?
Pujangga kah dia?
Nyatakah dia di dunia maya ini?
Apakah kisah yang dilukiskannya itu nyata?
Atau cuma imaji semata?
Semakin kuresapi setiap kata yang diketiknya, semakin tak kumengerti.
Semakin kuhitung hurufnya semakin ku buta kan artinya…
TIka…Oh…Tika…
Siapakah kekasihmu ini?

28 04 2008
wkwkwkwkw....

halo…
aneh bnget sang pujangga matematika…

28 04 2008
Ivan Wangsa C.L.

menjadikan dia agama bagiku matematika is the way of life…. .

Salam ateis :mrgreen:

13 05 2008
13 05 2008
axeld5thss

hehe..
hehe..
hehe..
hehe..
hehe..

*jadi ngeri niee*

ituu wangsaaa..
commentny saia..
hwhw..
jgn mrh y pak..
tdk sngaja..

13 05 2008
axeld5thss

kok ga pnah diupdate..??
ane ni..

14 05 2008
axeld5thss

yg negatif wangsa..
yg positif saiia

14 05 2008
alvinsyah

Ceritanya menarik, cuman kok jadi penasaran….
Lanjutin ceritanya donk pak….. Update terus blognya ya…

Leave a comment