cinta matematika adalah proses panjang…

15 05 2008

Hari itu masih pagi, pagi sekali, azan subuh baru selesai dikumandangkan, tiba-tiba pintu rumah diketuk dengan keras, ibu sudah bangun, tetapi ketukan yang sangat keras itu membuat aku terjaga dengan tiba-tiba, membuyarkan impianku. Lebih-lebih  ketika aku ttahu siapa yang mengetuk pintu itu, Pak Rasyim, guru kelas 6B, dia berperawakan besar, dengan berewok dimukanya, terlihat sangat berwibawa, dan aku mendengar cerita yang kurang menyenangkan dari teman-teman yang diajar olehnya iih ngeriiii… dan kini dia berada tepat di depan rumahku waaah apa gerangan yang akan terjadi … aku berpikir sambil menghapus liur yang sempat menetes dipipiku karena keasyikan tidur yang didukung suasana hujan yang mengguyur tadi malam…

Buru-buru aku mandi, sambil membayangkan wajah Pak Rasyim dan menerka-nerka apa gerangan kesalahanku sehingga beliau datang di pagi buta dan dalam keadaan hujan yang masih rintik-rintik.. apa yang terjadi terjadilah… tapi aku ingat kemarin ketika sehabis menghabiskan jam pelajaran bahasa indonesia dengan bersepakbola kami lupa menaruh bola sekolah (dimana ya bola itu? ) kemarin juga aku sempat menjahili hanifah dengan memanasi roknya dengan korek gas beberapa kemudian meninggalkannya  dan beberapa detik kemudian dia berteriak kepanasan, tapi aku pikir ini aman karena hanifah tidak mungkin tahu kejahatanku ini sangat rapi, dan trik ini belum ada yang tahu pikirku…

aku berpakaian dan langsung ke ruang tamu karena dipanggil oleh bapak/ibuku atas permintaan Pak Rasyim, aku makin gemetar, tapi aku tetap datang menemui mereka. Bapak/ibuku bilang Pak Rasyim datang untuk menjemput aku…

Sejurus kemudian aku telah berada digendongan Pak Rasyim, karena aku dipaksa olehnya tidak melewati genangan air dan becek di jalan, pengalaman yang aneh, digendong guru yang terkenal ’galak’ di hujan rintik-rintik, dan tidak lewat becek dengan reputasiku yang tidak cukup cemerlang di kelas dan kelakuanku kemarin sungguh-sungguh ‘aneh’… jangan-jangan Dia merencanakan sesuatu pikirku… orang bersalah memang menjadi tidak tenang tetapi orang yang ‘bersalah’  melatih pikirannya berkembang…

 ternyata aku baru tahu aku di ajak ke pusat kecamatan, di sebuah SD yang besar, megah menurut ukuranku saat itu, dari soanduk di depan aku baru tahu ini adalah lomba matematika tingkat SD se kecamatan Cibitung…. nama yang aneh pasti bagi anak-anak sekarang… aku menggantikan temanku yang sakit padahal SD ku telah mendaftar untuk mengikuti ajang bergengsi di kecamatanku… dari sini aku menjadi ORANG KEDUA sebenarnya, tetapi nanti di cerita-cerita berikut banyak pengalaman ORANG KEDUA – ORANG KEDUA yang ternyata menjadi PENYANGGA, dan tumpuan bagi banyak orang karena itu pesanku JANGAN PERNAH MALU MENJADI ORANG KEDUA…

aku cuma menjadi peringkat ke 4 di lomba matematika itu, tapi di sesi cerdas cermat aku sempat memimpin jauh sebelum akhirnya karena terlalu PD aku menjawab dengan kurang perhitungan sehingga di klasmen akhir jadi peringkat empat, not to bad pikirku, aku juga tidak pernah dianggap bodoh oleh peserta-peserta lain juga guru-guru … ini pertama kalinya SD ku , SD KAMPUNG UTAN masuk dalam jajaran elite di kecamatan, PUJI TUHAN, ALhamdulillah, Thanks GOD… jangan terlalu PD, jangan terlalu GEMBIRA, jangan terlalu SEDIH, jangan terlalu, jangan keterlaluan ini pelajaran berikutnya…

di SMP aku kembali bertemu mereka yang pernah menjadi lawanku waktu SD, lawan bisa menjadi teman, dunia memang aneh, semua diciptakan berpasangan, saling berlawanan, tetapi saling melengkapi, selalu ada paradoks di dalamnya, termasuk di dalam matematika tentu saja. dalam pertemanan dengan bekas lawanku ada persaingan. Rasa ingin mengungguli satu dengan yang lainnya, ini dilakukan untuk membuktikan bahwa dulu waktu SD hanya kebetulan aku yang kalah dan sekarang giliranku yang menang begitu benakku.. kadang aku berhasil kadang aku kembali gagal… tetapi keberhasilan atau kegagalan sama berharganya bagi aku… keberhasilan dan kegagalan harus menjadi sesuatu yang berarti bagi kita adalah pelajaran berikutnya…

begitulah pengalamanku dengan Dia yang berhasil merebut perhatianku, dia yang mempesona aku dalam peristiwa yang tidak biasa (digendong guru dalam hujan rintik dan air tergenang) apalagi aku bukan orang pilihan pertama hanya kebetulan … kebetulan ini yang membuat aku dekat dengan Dia, ada rasa terbuncah dari hati manakala aku ternyata sangat dekat dengan Dia, dan Dia mau memberi hatinya untuk didekati olehku… ada kesempatan untuk menjadikannya kekasihku yang pertama pengalamanku-pengalamanku dengan dirinya dalam masa-masa sekolah membuat aku semakin mencintainya dalam dan tambah dalam, tetapi suatu ketika…

kedekatan itu terasa menjauh, jauh , bahkan sangat jauh, dia selalu meninggalkanku di belakang, dia berlari dan berlari tak terkejar… mungkin benar kata bill gates, sukses adalah guru yang jelek karena kita jadi merasa tak bisa kalah… sakit sekali ketika yang aku cintai memilih orang lain sebagai kekasih hatinya, meninggalkan aku dengan berkata lirih “aku telah mencintai orang lain” sambil menatap aku dan kemudian mencium aku dengan sebuah ciuman perpisahan, ciuman kematian…. aku berpikir ini hanya mimpi tapi ini nyata… ini terjadi ketika aku di kelas 1 SMA, SMA 2 Bekasi, ini adalah setahun terlama dalam kehidupanku karena seberapapun aku berusaha mendekatinya, belajar mendekati relung-relung konsep dan sifat-sifatnya aku tak pernah mengerti dia yang aku kasihi… pupus sudah cintaku bertepuk sebelah tangan… setahun ya setahun yang terlama… berlalu dengan peringkat di kelas 30 dari 33 orang di kelas… terpurukku di sini, di hempas bimbang sikapnya, terhempas dan kandas tak terkira….   untungnya nilai-nilai pelajaran sosialku lebih parah sehingga dengan berat hati aku diperbolehkan sekolah untuk masuk di kelas 2 fisika 1, kelas para juara dengan 9 peringkat pertama di kelas 1… aku tak berpikir apa yang akan terjadi di kelas ini, bagaimana hubunganku dengan Dia, apakah dia kembali mau menerimaku mendekatinya aku tidak tahu…

alangkah susahnya merebut kembali kekasih, alangkah hebatnya perjuangan merebut cinta, penulis amsal bilang walau kau korbankan semua harta bendamu dan rumahmu demi cinta niscaya kau akan dipermalukan juga… aku berjuang, menjadi pejuang demi cintaku yang satu ini… kubuka buka surat-surat cintanya padaku masa-masa lalu, detil-detilnya kupelajari, apa yang sesungguhnya yang dia inginkan walau harus kukorbankan masa mudaku, pergaulanku, aku hanya berusaha mendekatinya demi sebuah cinta…

aku menyendiri hanya ditemani surat-suratku manakala teman-temanku asyik nonton bareng ”Film”, manakala mereka bersama-sama naik kendaraan panjang (trailer) sambil bergaya seperti di film-film, kancing baju atas dibuka untuk memperlihatkan kaos putih di dalamnya, dan baju dikeluarkan ditemani angin kencang yang menghempas-hempas debu jalanan, semakin bangga jika polah mereka diberi lambaian tangan lawan jenis dari seberang jalan… aku menyendiri memikirkan apakah aku memang sudah tak mampu lagi mencuri hati kekasihku yang telah hilang ini…

ahhhhhh perlahan tapi pasti dia tampak mulai mau kuhampiri, bercerita tentang kemana saja dia pergi ketika meninggalkanku dan mengapa dia pergi? dan akhirnya dia kembali… bahagia tetapi tidak seperti dulu… karena aku sangat takut menjadi terlalu bahagia, sangat takut jika keterlaluan…. tetapi tetap saja ini bahagia bahagia  kubahagia… tersenyum kembali menatap indahnya dunia menatap cerahnya matahari, menatap panasnya kehidupan, menatap dunia, … ditatap dunia, dilirik, dibelai lagi kemasyuran, dicium lagi oleh kesuksesan … berada di 5 besar kelas artinya besar sekali buatku karena itu berarti ada minimal 4 orang juara 1 di keas 1 yang kini dibelakangku… ini sungguh ironis bahagia ditengah keterpurukan mereka yang terlibas, ini salah satu keburukan kompetisi yang diangungkan di sekolah – sekolah masa ini kompetisi … tapi aku yang muda tak sadar menikmati dan dibesarkan di dunia kompetisi ini…

kesuksesan sangat menggiurkan karena aku seakan tidak berpijak di atas bumu, melayang-layang 10 cm di atas tanah, dada selalu membusung, kepala serasa bisa melihat semua terutama yang menjerit-jerit terlibas… dan yang paling mengesankan adalah ada kesempatan untuk melakukan yang lain melebihi siapapun… bisa melihat bahwa English jg menarik, melihat fisika yang menantang, dan tentu saja  aku melihat ada mahluk manis … menatap indahnya cinta lain lagi, cinta yang selama ini tidak kukenal, cinta yang lebih tidak kumengerti …. cinta.

jadi cinta ternyata harus diperjuangkan, harus ada yang dikorbankan, harus ada yang direlakan untuk ditunda, harus ada harga yang dibayar…

ini semua semakin mendekatkanku pada kekasihku matematika, cintaku padanya semakin dalam, tetapi karena pengalaman-pengalaman aku, maka cinta ini harus disirami terus menerus, diberi pupuk, dipelihara, dipotong dahan-dahan keringnya, dipotong cabang-cabang yang tidak kita sukai sehingga akhirnya aku semakin tahu jika diriku tidak mengetahui apa-apa tentang matematika kosong. bolong, bego, melihat betapa luas, lebar , tinggi pengetahuan matematika… dan semakin lama aku makin sadar …. mungkin benar kata pengkotbah… banyak menulis buku melelahkan…

 





hai Cinta … ini matematika

28 04 2008

Cinta sanggup mengubah ketidakmampuan menjadi kekuatan, cinta juga bisa membuat kekuatan menjadi ketidakmampuan.  Gelisah  kala tak bertemu yang  dicintai,  menjadi bodoh ketika bertemu yang dicintai. Begitulah yang kualami dengan kekasih hatiku yang satu ini, MATEMATIKA.

Karena Kekasihku ini aku yang tak bisa apa-apa berani mencoba untuk menulis tentang CINTA ku padanya, mencoba untuk mengetahui relung-relung yang menurutku dalam walau mungkin belum sedalam yang dipikirkan orang lain. Aku coba melihat sisi-sisi gelap dan terangnya, menjadi pemuja rahasianya, menjadikan dia agama bagiku matematika is the way of life…. .

Karena dia maka aku pergi ke rumahnya untuk mengetahui, berkenalan dan memperdalam hubungan dengannya, aku akhirnya dibaptis, mengaku percaya, membaca sahadat menjadi pengikutnya, dan akhirnya karena cintaku padanya aku pergi ke semua bangsa agar mereka tahu tentang cintaku pada kekasih hatiku, MATEMATIKA.

Pergi ke sebuah perguruan, menjadi pembawa berita tentang kekasihku ini, agar semakin banyak orang, yang tadinya membenci kekasihku ini, menjadi sedikit berubah bahkan berubah drastis. Aku berusaha menampilkan sisi-sisi baik tentang kekasihku, menampilkan fungsi dan gunanya dalam kehidupan, menjelaskan kepada setiap orang agar terlihat oleh orang yang bertanya ‘Mengapa aku bisa mencintai kekasihku ini?’

Kadang aku menjadi terganggu karena cintaku ini, orang masih bilang aneh, gila …. jangan-jangan mereka benar ya (pikirku…), tapi melihat banyak orang dari zaman ke zaman jatuh cinta padanya juga, mendengar orang-orang di perguruan membicarakan kekasihku, dan merasa betapa kekasihku adalah belahan jiwaku, maka perasaan itu sirna juga.

Perkenalanku dimulai ketika aku masih dalam gendongan ibuku, ibuku menyanyi satu-satu aku sayang… , dua-dua juga sayang…, tiga-tiga sayang …, kemudian di sekolah dasar aku menjadi lebih tertarik belajar tentang hal ini daripada yang lainnya, menjadi lebih menyukai menjumlahkan, mengurangi, mengalikan, membagi, memangkatkan, menarik akar. Kedekatanku padanya semakin menjadi karena pujian ayahku ketika aku berhasil membantunya menghitung luasan tanah yang akan dijualnya ( maklum bokap gue calo tanah hehehe ) padahal ayahku bukan tidak bisa menghitung, tetapi dia hanya sekedar menguji anak kecilnya, dia pasti bisa menghitung karena beliau lulusan STM jaman dulu yang suka sekali ILMU GAYA.

segini dulu nanti petualangan lainnya kuceritakan








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.